Sunday, 30 December 2012

CURAHAN HATI SANG PUJANGGA

Hari ini di awali pagi indah. Sang mentari yang selalu menemani dengan setia, tak hentinya memberi kehangatan.Kini malam pun beranjak tiba. Nampak sang bulan mulai mengisi, dengan keanggunan yang nampak dari kejauhan.Hal ini akan selalu terulang, hari demi hari , bulan demi bulan ,dan tahun ketahun..Namun apakah hati pujangga ini akan selamanya sepi ??Pujangga yang tercipta karena cinta. Entah kapan datang seseorang yang dapat menjadi mentari dalam hidup "Nya" yg menebar kehangatan dalam tiap harinya . Dan menjadi rembulan, agar dapat menghiasi kesunyian dalam kesendiriannya.Nampak kini sepenggal kenangan. Indah memang, namun hanyalah cerita singkat yang menjadi pengganjal hati.Pujangga mulai menatap diri. Dia bangkit dan berkaca. Muncul kembali senyuman yang lama tak nampak. Seolah pujangga tau, arti dari keadaan yang kini menelan waktu..Pujangga berkata "cinta ku tak seluas samudra , tak setingi gunung , dan tak sebesar belahan dunia, namun cintaku hanya seluas semesta, yang tak terhitung satuan dan jumlahan."